Belajar Usaha dari Pengusaha

Dekade kedua abad 21 ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia melaju pesat. Kebutuhan konsumen terhadap produk meningkat. Transaksi jual beli 24 jam tidak pernah berhenti karena tersedia platform online akses non-stop. Dari sinilah terlihat sebuah  peluang. Peluang untuk berbisnis, entrepeneur atau wirausaha. Peluang yang banyak dilirik oleh mayarakat terutama anak muda. Masa muda adalah saat yang baik untuk membuka lahan bisnis baru. Baik di bidang konveksi, pertanian, perternakan, kecantikan dll. Banyak anak muda yang sukses meraih omzet jauh diatas upah minimum rakyat. Gerakan sukses, kaya raya sebelum umur 30 menggelora di mana-mana.

Namun tidak sedikit juga anak muda yang usahanya mengalami gulung tikar dikarenakan mereka tidak tahu cara menjalankan usaha tersebut sekaligus mengatasi permasalahan-permasalah yang mereka temui. Ketika mereka mengalami kegagalan, mereka sulit untuk bangkit kembali meraih mimpi-mimpinya, meraih kesuksesan. Selain itu, mereka tidak menyadari bahwa sebuah kegagalan adalah sebuah proses pembelajaran terbaik. Kegagalan bukan sebuah aib. Melainkan anak tangga untuk menggapai kesuksesan di hari esok. Para pengusaha sukses dulunya juga mengalami masa-masa kegagalan. Bahkan kebanyakan dari mereka berawal dari nol. Namun, banyak pemula bisnis yang hanya melihat kesuksesan para pebisnis tanpa mereka tahu cerita yang dialami ketika berada di bawah.

Nah, di sini penulis akan menceritakan beberapa biografi pebisnis yang pernah mengalami kegagalan dan kedua berawal dari kondisi yang serba tiada. Hingga mereka mampu sukses dan meraih omset ratusan juta dan termasuk salah satu orang terkaya di negaranya. Tujuan dan manfaat membaca cerita ini tentu saja untuk para pembaca yang mungkin memiliki jalan hidup yang hampir sama dengan para pebisnis tersebut dan diharapkan setelah membaca kisah inspiratif ini, Anda akan menemukan solusi dari bisnis Anda atau masalah Anda yang lain.

  • MUHAMMAD BAEDOWY

Sampah adalah masalah di setiap negara yang tidak akan pernah habis dan selesai. Dalam kondisi yang memprihatinkan ini, muncullah sosok yang mampu mengubah masalah menjadi manfaat. Dia adalah Muhammad Baedowy, seorang sarjanawan yang banting setir dari auditor bank ke bisnis pengelolahan sampah. Pada awal karir banknya, ia telah menunjukkan hasil gemilang dalam pekerjaannya. Namun, karena faktor internal bahwa banknya akan diancam likuidasi imbas dari krisis moneter dan faktor eksternal ia ingin menjadi penguasaha membuatnya yakni untuk membuang pekerjaan kantornya di Bank of Scotland di Jakarta. Padahal ia telah hidup mapan, berpenghasilan cukup. Karena tekadnya kuat, ia memberanikan diri untuk menjadi seorang pengusaha.

Ide membuka usaha pengelolaan sampah muncul di benak Baedowy ketika ia bekerja menjadi seorang pengatur keuangan di perusahan batik di Pekalongan. Mulanya ia melihat tumpukan sampah kecil menggunung di setiap sudut jalan. Timbullah gagasan bahwa dari sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat inilah mampu mendatangkan manfaat bila dikelola dengan tepat. Ia juga termotivasi dari seorang pengelola sampah yang sukses membeli dua buah mobil dari bisnisnya. Baedowy segera menemui pengelola tersebut dan selama setahun ia belajar kepadanya.

Setelah dirasa cukup ilmunya, ia memberanikan diri untuk merintis bisnis di bidang pengelolahan sampah. Bermodalkan mobil pickup untuk mengangkut sampah, alat penghancur sampah dan rumah sebagai tempat ia bekerja seharga 50 juta. Di masa awal ia merasakan ketatnya persaingan antar pengepul sampah, sulitnya mencari pemulung, dan sampah untuk ia kelola. Dengan mobilnya ia juga berkeliling antar kota untuk mencari sampah. Namun, semua itu bisa ia lalui.

Di masa-masa tenang ia berusaha, ia terkena masalah yang cukup serius. Alat penghancur sampahnya sering mengalami kemacetan. Hingga mesin tersebut tidak bisa digunakan kembali. Karena seorang pemula, Baedowy belum tau kerusakan mesin alat penghancur sampah tersebut terletak di mana. Ia pergi kesatu pengepul ke pengepul lain untuk mencari solusi sekaligus mencari orang yang mampu membetulkan alatnya. Namun, usaha ini tidak membuahkan hasil.

            Kondisi keuangan keluarganya juga cukup memprihatinkan. Pengeluaran setiap hari keluar, namun belum ada pemasukan. Keluarganya yang mendengar hal ini menyarankan agar Baedowy menjual usahanya tersebut. Baedowy pun mencoba usulan tersebut dengan menawarkan usaha miliknya kepada orang-orang selama kurun waktu 3 bulan. Namun, usahanya tidak menemukan jalan keluar. Dengan kondisi kian memburuk, ia memulangkan anak dan istrinya ke rumah mertuanya supaya mendapat kehidupan yang layak. Sedangkan Baedowy mencari jalan keluar atas masalah yang sedang ia hadapi.

            Di saat seperti ini, Baedowy sekali menyesal telah keluar dari pekerjaan yang telah membuat ia mapan. Namun, ia juga berfikir bahwa melihat masa lalu terlalu lama tidak baik. Akhirnya ia kembali menatap kondisinya sekarang ini dan ia memberanikan untuk membetulkan alatnya sendiri. ia bongkar, kemudian ia pasang lagi, hingga ia menemukan pusat kerusakan pada mesinnya. Rusaknya mesin tersebut ternyata didapati sampah-sampah yang menyumbat kerja mesin tersebut. Di masa-masa sulitnya, ia juga belajar kembali kepada para pengepul sampah yang sukses. Dari sanalah ia mendapatkan pelajaran baru, bahwa pemulung lebih suka dibayar mahal, sehingga di masa yang baru ini, Baedowy memberikan harga lebih kepada para pengepul. Dampaknya, tempat ia bekerja ramai didatangi pemulung. Hingga ia kebanjiran sampah. 

Karena sering membongkar alat mesin penghancur sampah, akhirnya ia hafal seluruh komponen alat tersebut, sehingga di CV Majestic Buana Group Baedowy mampu memproduksi berbagai macam alat pengolah sampah, khususnya limbah plastik. Mesin buatan Baedowy didengar oleh pemerintah dan ia kebanjiran orderan hingga mendapat omset penjualan hingga ratusan juta rupiah. Tidak hanya di situ, Baedowy sukses memberdayakan perekonomian ratusan pemulung dan ibu-ibu rumah tangga di pabriknya. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri baginya.

Ditambah lagi ia telah berkerjasama dengan 80 Mitra lebih yang tersebar di seluruh Indonesia. Baedowy juga menyediakan pelatihan sekaligus mesin bagi siapa saja yang ingin terjun di dunia pengelolahan sampah. Berkat ketekunannya, Baedowy dianugerahi beragam penghargaan dan ia sering mengisi kuliah umum untuk menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat. Menurutnya sampah adalah masalah bagi setiap negara, namun dengan pengelolahan dan teknologi yang tepat, sampah mampu disulap untuk mendatangkan sesuatu yang bermanfaat.

Baedowy memiliki prinsip yang ia pegang sejak awal membangun usaha pengelolahan sampahnya yakni melakukan segala proses pada hal-hal yang mendasar dengan sungguh-sungguh. Karena ia menyadari bahwa memulai dari dasar adalah hal yang sering dilewatkan oleh beberapa orang dalam memulai suatu hal seperti wirausaha. Beberapa keliru mengambil posisi start dengan langsung memulai hal-hal yang besar. Memulai dari dasar bukan sebagai bentuk perlakuan merendahkan diri, namun hal ini sebagai bentuk mengukur kemampuan diri apakah ia bisa dengan hal-hal kecil. Jika dirasa telah mampu, maka saatnya mengambil tantangan dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar. Ia juga berkeyakinan bahwa kelak pekerjaannya akan menjadi besar. Pesan Baedowy kepada orang-orang ialah “jangan terburu-buru untuk meraih hal besar. Mulailah dari hal-hal kecil”.

  • BOB SADINO

Di indonesia banyak pengusaha sukses yang menginspirasi, salah satunya Bob Sadino yang terkenal dengan penampilan khasnya, celana pendek dan hem kerah lengan pendek. dia sosok yang mengispirasi karena kesuksesannya berawal dari nol. Sedari kecil ia hidup dari keluarga ekonomi menengah ke atas. Ketika remaja, ia mendapat warisan banyak dari kedua orangtuanya yang telah meninggal. Kemudian Bob Sadino berkeliling ke Eropa hingga ia mendarat di Belanda untuk menetap dan bekerja di kantor pelayaran dan ekspedisi. Karena kepenatannya dalam dunia kerja ia keluar dari perusahaan tersebut dan pulang ke Indonesia untuk membangun usahanya sendiri pada tahun 1967.

Om Bob panggilan akrabnya, mengawali usaha mandirinya dengan membuka jasa usaha taksi dari tabungannya selama ia bekerja di Belanda. Namun, nasib buruk menimpanya, mobil yang ia gunakan sebagai matapencaharian mengalami rusak akibat kecelakaan hingga tidak bisa diperbaiki. Hal itu mengakibatkan ia banting setir menjadi seorang kuli bangunan yang diberi upah perhari hanya 100 Rupiah. Dengan uang ini keluarga bob sadino gunakan untuk bertahan dari kelaparan. Kondisi seperti ini, membuat ia termenung, dulunya ia hidup mewah,sekarang berada di bawah. Kondisi yang mengenakkan telah membuatnya menjadi buta dan ia tidak bisa mandiri.

Dalam masa ini ia bergelut dengan pikirannya agar ia mampu keluar dari kondisi seperti ini. Ketika ia merenung, ia menemukan ide baru yang berawal dari telur. Telur yang ia makan, berbeda dengan telur yang ada di luar negeri. Karena di Indonesia telur yang diperjual belikan adalah telur ayam kampung. Telur ini mempunyai masa panen yang lama dan ukurannya lebih kecil. Om Bob melihat ada peluang usaha untuk menjual telur ayam luar negeri. Untuk mengawalinya, ia menghubungi kenalannya untuk mengirim ayam-ayam petelur dan buku panduan untuk berternak. Karena sebenarnya Om Bob tidak tahu cara berternak ayam.

Ketika masa panen telur tiba, Om Bob menawarkan kepada warga sekitar, tentu hal ini aneh bagi mereka karena telur yang sering dibeli masyarakat berbeda dengan yang dijual oleh Bob Sadino. Tidak satupun dagangannya laku. Kemudian ia mengganti target jualannya kepada turis-turis yang Bob temui di daerah tempat tinggalnya. Karena sama dengan telur yang biasa mereka makan di negeri sendiri, tanpa ragu mereka membelinya dan mereka suka dengan servis yang dilakukan Bob kepada pelanggan barunya tanpa jauh-jauh untuk membeli ke rumah Bob.

Perlahan warga sekitar mulai penasaran, awalnya hanya segelintir yang mau mencicipi, ternyata segelintir orang tersebut kembali lagi dan konsumen meningkat di hari-hari berikutnya. Dari jualan telur kemudian Bob menambah dagangannya dengan sayur mayur. Makin hari, bisnisnya berkembang. Pada tahun 1970, Bob berhasil membuka pasar swalayan yang menyediakan beragam pangan impor dari luar negeri yang tidak bisa ditemukan dengan mudah di Jakarta ia beri nama “Kem Chicks”. Lalu ia juga merambah ke pengolahan daging seperti sosis, bakso, dan burger dengan berdirinya “Kem Food”. Ia juga mendirikan “Kem Fam” sebuah lahan untuk memproduksi sayur mayur yang kemudian ia jual dan ia juga memperkenalkan sayuran hidroponik pertama kali. Selain merajai bisnis pangan, ia juga merambah bisnis apartemen. Bekerjasama dengan Grup Agung Sedayu, Om Bob mendirikan Apartemen yang satu kawasan dengan “Kem Chicks” karena tempat tersebut amat strategis. Di bidang travel, Bob mendirikan “Kem Travel”, bisnis yang bergeak di bidang perjalanan wisata dan menyediakan paket wisata untuk turis.

Di balik kesuksesannya, ia memiliki beberapa kunci sukses berdasarkan pengalamannya. Pertama, jadilah goblok. Yang dimaksud Om Bob bahwa orang goblok itu tidak berlama-lama dalam berfikir, ia akan segera melaksanakan begitu ada peluang. Sukses atau tidak itu hasil akhir. Kedua, Bisnis itu modal dengkul, kala Anda tidak punya dengkul pinjam dengkul orang lain. Bisa diartikan dua hal maksud Om Bob ini, yakni menggunakan jasa atau keahlian orang lain untuk membuka usaha. Karena mungkin hal itu akan mempercepat kesuksesan kita, atau meminjam modal dari pihak lain. Ketiga, tidak ada bisnis yang paling bagus. Semuanya bagus jika segera dibuka dan dijalankan tidak hanya disimpan di kepala dan dibayangkan. 

  • AMANCIO ORTEGA

Siapa yang tidak kenal Zara. Sebuah brand baju terkenal yang mendunia, menyediakan berbagai model baru hampir setiap bulannya. Namun dbalik suksesnya Zara yang medunia, ada kisah yang amat luar biasa untuk diceritakan.  Yakni sososk pendiri Zara, Amancio Ortega. Di masa kecil ekonomi keluarganya bertepuk sebelah tangan. Sejak remaja ia telah bekerja menjadi seorang kurir di tempat pembuatan pakaian. Karena keuletannya, ia dipercaya untuk menjadi asisten penjahit di sana. Amancio kecil memiliki kebiasaan yang bagus, kelak kebiasaan ini mengantarkannya dalam kesuksesan bisnisnya. sedari kecil ia sudah gunakan waktunya untuk mempelajari segala hal tentang produksi dan distribusi pakaian dari pabrik tempatnya bekerja hingga ke toko-toko.

Ia resign dari pekerjaannya, karena ingin mengejar kesuksesan lebih dengan menjadi salesmen di sebuah toko baju, karirnya meningkat pesat. Pada tahun 1960-an ia dipercaya untuk menjadi seorang manajer toko pakaian lokal. Ketika bekerja ia mendapatkan sesuatu dari pengamatannya kepada para pelanggan, bahwa hanya sedikit orang yang mampu membeli baju mahal. Sebuah ide meletup, akhirnya ia berencana untuk memproduksi baju berkualitas dengan bantuan dua saudaranya dan teman wanitanya yang kemudian menjadi istri Amancio.

Pakaian yang ia jual ternyata cukup laku. Jumlah produksi perlahan meningkat hingga ia mempekerjakan orang lain untuk menjahit desain baju yang ia buat. Pada tahun 1975 ia mendirikan toko Zara pertamanya dengan harga murah namun berkualitas. Inilah strategi bisnis Amancio yang sukses ia terpakan pada bisnisnya. Akhirnya toko itu dikunjungi orang-orang dan produknya laku terjual. Bisnisnya kian lancar, Pada tahun 1985 ia mendirikan Inditex untuk dijadikan perusahaan induk dari ZARA. Hal itu ia lakukan karena permintaan pakaian ZARA yang meningkat. Di tahun 1989 ia telah membuka 100 toko ZARA di Spanyol. Kesuksesannya terus melejit dalam dekade 1990-an hingga 2000-an karena Inditex sering mengeluarkan fashion baru. Selain itu, ia sering berinvestasi hingga ia menjadi orang terkaya di Spanyol. Dengan kekayaan tersebut, Amancio tidak memandangnya sebagai sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Sebab ia adalah sosok sederhana. Misalnya makan siang di kantin kantor dan berpenampilan biasa dengan baju putih tidak berdasi dengan blazer dan celana abu-abu.

Amancio punya sikap tidak mudah puas dengan apa yang baru ia capai. Saat ini Inditex bisa dikatakan sebagai perusahaan yang merajai dunia fesion. Terdapat 7.504 gerai di seluruh merek di bawah naungan Inditex. Bersinkronisasi dengan teknologi, ZARA juga membuka toko online supaya memudahkan konsumen untuk berbelanja. Produk zara memiliki kekhususan dan tersedia berbagai ukuran hingga XS. Amancio juga memiliki The Epic Residences dan Hotel di Miami, Florida.

Di balik kesuksesannya, Amancio memiliki beberapa rahasia suksesnya di bidang fashion. Pertama, Kecepatan pemasaran dan produksi. Amancio menganggap kecepatan adalah kunci utama. Sehingga ia berusaha sekuat mungkin utnuk menyediakan produknya lebih cepat daripada pakaian yang dipasarkan pihak lain. Kedua, memperhatikan konsumen. Amancio merupakan sosok yang sangat memperhatikan keinginan pelanggannya. Sedari kecil ia terjun di dunia fashion, ia memiliki ketajaman dalam melihat gaya berpakaian masyarakat. Sehingga ia mampu menciptakan koleksi busana dan menampung keluhan atau usulan dari para konsumen untuk memproduksi produk baru yang dikeluarkan sesuai dengan ekspetasi pelanggan. Ketiga, kontrol dan kendali penuh pada pasokan bahan. Ia memilih tanah airnya, di Spanyol dan negara terdekat untuk mengontrol langsung dengan kedua matanya kontrol dan kendali pasokan barang di bawah telapak tangannya. Ia juga mencari bahan yang sesuai pada setiap desainnya. Hal ini memungkinkan Amancio memberikan reaksi tepat apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi atau bereaksi cepat terhadap tren yang baru.

Afiful Arif, Surabaya.

Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai